Sabtu, 04 Januari 2014

Dering Handphone Waktu Subuh

     Jigeum naega haneun yaegi
     Neol apeuge halji molla
     Ama nal jukdorok miwohage doel kkeoya~

Jumat, 03 Januari 2014

My Secret Admirer

Cerpen
Oleh : Putri Ningtyas Raharja

“Azura-chan, ada pesan untuk kamu nih.”
Panggilan kakakku ku dengar saat aku melihat kembali foto-foto yang kami ambil saat kami berjalan-jalan ke Everland tiga hari lalu. Betapa senangnya aku, ketika ribuan bunga seolah menyergap mataku. It’s amazing! Bagaimana tidak, warna-warni ribuan bunga ada di depan mataku. And my dreams come true. Keinginanku untuk mengunjungi Everland saat musim bunga akhirnya terwujud.
Hai, ani. Chotto matte kudasai!”
Aku bergegas keluar dari kamar. “Ada apa?” tanyaku kemudian.
Akira-kun memberiku sebuah bingkisan dalam bentuk kado berbentuk kubus yang di tengahnya dihiasi pita berwarna gold, menambah cantik tampilannya. Terlebih lagi, seikat mawar putih berwarna senada dengan warna kotak, menyertainya juga. Aku bingung menerima bingkisan manis itu. Aku ingat-ingat, hari ini bukan hari ulang tahunku, dan aku pikir juga, siapa pula orang yang mengirimiku bingkisan itu?
“Dari siapa, ani?” tanyaku.
Akira hanya tertawa mendengar pertanyaanku.
“Akira-kun, aku serius nih! Dari siapa?” lanjutku dengan kesal.
“Azura-chan, aku juga nggak tahu. Orang yang tadi ngirim itu cuma kurir. Buka aja kadonya, siapa tahu ada namanya.” kata Akira sambil tertawa.
Akhirnya, aku turuti juga saran kakakku. Dia terus mengamati gerak-gerikku saat membuka bingkisan itu. Sepertinya, rasa ingin tahuku dan rasa ingin tahu kakakku itu sama-sama besar. Bingkisan itu telah membuat suasana apartemen ini ramai.
Sengaja aku lakukan slow motion saat membukanya. Mataku melirik ke arah kakakku yang begitu antusias ingin tahu isinya.
Aa..” sorakku.
Akira sempat kaget mendengar suaraku yang seperti bicara pada jarak sejauh 5 meter.
“Apaan sih! Udah di buka belum?” gemasnya padaku.
“Wah, cokelat! Dari siapa ya?” lanjutnya sambil mengintip kartu ucapan yang terselip diantaranya.
“Eeiitss, aku duluan yang baca!”
Pan gapseumnida.
Aku hanya bisa memasang tampang bingung setelah membaca tulisan itu. Ya jelas saja, aku tidak mengerti arti dari kalimat itu.
“Ciiyee.. Punya penggemar misterius nih. Nggak usah bingung gitu, itu artinya si pengirim senang berjumpa denganmu.” candanya dengan tatapan genit padaku.
Aku makin kesal. Antara senang, bingung, juga malu pada kakakku yang aku rasakan sekarang. Rasa penasaran sama si pengirim lebih-lebih menguasai pikiranku. Aku masih terpaku memandangi barisan cokelat yang ada di dalam kotak, rangkaian bunga mawar yang tampak cantik, juga sebuah kartu yang berisi pesan dengan bahasa Korea.
“Azura-chan, nggak usah dipikirin itu dari siapa. Yang jelas, si pengirim pasti orang baik-baik. Belum kenal kamu tapi udah ngasih ini semua.” ujar Akira seolah bisa  membaca apa yang ada di dalam pikiranku saat ini.
Tapi, memang benar juga kata Akira, untuk apa dipikirkan terus-menerus. Biar saja kalau maunya jadi misterius person. Akhirnya, ku putuskan untuk menikmati lezatnya cokelat pemberian secret admirer ini bersama kakakku.

**

Minggu, 22 Desember 2013

Si Cuek

Cerpen
Oleh : Putri Ningtyas Raharja

“Kamu siapa?”
“Kak Sammy? Kamu kak Sammy kan?” tanyaku.
“Aku tanya kamu siapa, kenapa kamu yang balik tanya?”
“Kak, tolong kakak ikut aku ke aula. Aku disuruh bawa kakak senior yang ulang tahunnya sama seperti aku. Dan cuma kakak orangnya.” rengekku padanya.
Sammy adalah kakak senior dengan tampang yang bisa dibilang bisa memikat hati semua cewek. Dia handsome, berkulit putih, dan berbadan tinggi.
“Aku tidak mau!” katanya.
“Kak, tolong aku. Kalau aku tidak bisa membawa kakak ke aula, kata para senior yang lain aku akan dapat hukuman berat. Ayolah, kak. Please.”
Ku pandang dia yang tiduran di bangku taman dengan menggunakan earphonenya. Melihat hal seperti itu membuatku kesal.
“Bagus, ya. Aku susah-susah ngomong sama dia, aku rayu-rayu dia, tetap saja tidak ada hasilnya! Terus ini gimana? Waktu tinggal 1 jam lagi untuk membawa Sammy ke aula. Ayo Sarah, berpikir!”
Aku terus berjalan kesana-kemari. Aku harus menemukan akal agar aku bisa lepas dari hukuman para senior. Lucu kan kalau hari penutupan ospek ini harus diisi dengan hal buruk?

Senin, 04 November 2013

15 Random Act of Kindness

1. Selalu mengucapkan 'terima kasih' dan 'tolong' dan ucapkan dengan tulus pada orang disekitar kita.
2. Bantu anjing atau kucing ditempat penampungan binatang.
3. Kalau sering ketemu kucing dijalan, sisakan sedikit bekal kita untuk diberikan kepada mereka.
4. Sumbangkan baju dan sepatu lama pada tukang sampah atau penyapu jalanan.
5. Kumpulkan teman-teman untuk membersihkan taman.

Lee Jong Suk

He is an actor in I Hear Your Voice :D


Rabu, 25 September 2013

Puisi "Potret Negeri Tercinta"

Alangkah malangnya negeri kita ini.
Orang dulu mengatakan, negeri kita negeri yang gemah ripah lohjinawi.
Tetapi apa yang dirasakan sekarang?
Rakyat menjadi sengsara.
Kenaikan harga BBM yang tak terkendali.
Menjadikan harga kebutuhan pokok terkena imbasnya.
Bagi rakyat kecil ini sangat terasa.
Sekarang, nilai tukar rupiahpun merosot.
Mempengaruhi harga kedelai impor yang sangat tajam.
Program pemerintah yang dicanangkan dengan BLTnya.
Tidak mampu menanggulangi kesengsaraan rakyat.
Begitu juga dengan banyaknya anak putus sekolah.
Dikarenakan mahalnya biaya pendidikan.
Minimnya lapangan pekerjaan, akan berpengaruh besar pada pengangguran.
Inilah sekelumit potret negeri kita, yang sangat kita cintai sekarang ini.


Putri N. Raharja :)

Kamis, 05 September 2013

Namida no Monogatari

How did I fall in love with you?

What can I do to make you smile?
I'm always here if you're thinking of
The story of the tears from your eyes

moshimo negaigoto ga hitotsu kanau nara
shiawase kure ta kimi ni mouichido ai tai

Can't you hear the voices of my heart?
I was staying here just wanna see your happiness

omoide mo himitsu mo kokoro ni shimau yo
itsu no hi ni ka kimi to mata meguri ai tai

Can't you hear the voices of my heart?
I was staying here just wanna see your happiness

omoide mo himitsu mo kokoro ni shimau yo
itsu no hi ni ka kimi to mata meguri ai tai