Rabu, 25 September 2013

Puisi "Potret Negeri Tercinta"

Alangkah malangnya negeri kita ini.
Orang dulu mengatakan, negeri kita negeri yang gemah ripah lohjinawi.
Tetapi apa yang dirasakan sekarang?
Rakyat menjadi sengsara.
Kenaikan harga BBM yang tak terkendali.
Menjadikan harga kebutuhan pokok terkena imbasnya.
Bagi rakyat kecil ini sangat terasa.
Sekarang, nilai tukar rupiahpun merosot.
Mempengaruhi harga kedelai impor yang sangat tajam.
Program pemerintah yang dicanangkan dengan BLTnya.
Tidak mampu menanggulangi kesengsaraan rakyat.
Begitu juga dengan banyaknya anak putus sekolah.
Dikarenakan mahalnya biaya pendidikan.
Minimnya lapangan pekerjaan, akan berpengaruh besar pada pengangguran.
Inilah sekelumit potret negeri kita, yang sangat kita cintai sekarang ini.


Putri N. Raharja :)

Kamis, 05 September 2013

Namida no Monogatari

How did I fall in love with you?

What can I do to make you smile?
I'm always here if you're thinking of
The story of the tears from your eyes

moshimo negaigoto ga hitotsu kanau nara
shiawase kure ta kimi ni mouichido ai tai

Can't you hear the voices of my heart?
I was staying here just wanna see your happiness

omoide mo himitsu mo kokoro ni shimau yo
itsu no hi ni ka kimi to mata meguri ai tai

Can't you hear the voices of my heart?
I was staying here just wanna see your happiness

omoide mo himitsu mo kokoro ni shimau yo
itsu no hi ni ka kimi to mata meguri ai tai

Rabu, 31 Juli 2013

Hari ke-460

15 bulan 4 hari; atau lebih tepatnya sudah hari ke-460 sejak perkenalan kita waktu itu.

Iya, hari ini adalah hari ke-460; sampai Agustus ini. Apa kamu mengingatnya? Ya, kamu mungkin tidak mengingatnya. Kamu mungkin sudah melupakannya. Apa?! Lupa?! Semudah itukah kamu melupakan awal perkenalan kita yang masih berlanjut sampai sekarang? Apa memang karena kamu tidak pernah menganggapku, sehingga dengan mudah aku tak pernah ada dalam ingatanmu? Apa kamu juga tidak mengingat semua kenangan kita? Mungkin memang itu semua tidak penting; bagimu.

Ya, mungkin kamu pikir aku memang orang bodoh yang hanya bisa melakukan hal tidak penting, menghitung hari-hari sejak perkenalan kita; misalnya. Mungkin memang itu tidak berguna, tidak ada untungnya buatku. Tapi aku suka, suka menjalaninya; walaupun setiap hari harus menggerakkan jari-jari ini, memulai menghitung dari awal; satu, dua, tiga, dan seterusnya.  Mungkin bagi semua orang itu membosankan; kurang kerjaan. Tapi bagiku, tidak ada hal yang membosankan selama hal itu ada hubungannya dengan kamu.

Kamis, 27 Juni 2013

JANJIkah yang aku dengar ?

“Aku ingin suatu hari nanti aku yang bahagiain kamu.”

Inget ngga kalimat itu ?

Kamu melontarkan kata-kata yang sulit aku cerna.

Aku ngga tau, apa kalimat itu benar adanya.

Sebelum aku menemukan arti dari kalimatmu itu, kamu . . .

“Aku ingin kalo aku sukses, orang yang pertama aku senengin adalah kamu.”

Kembali kamu mengeluarkan kata-kata yang seketika membekukan sendi-sendi tubuhku.

Apa kalimat-kalimat itu memang benar hanya ditujukan padaku ?

Atau . . .

Kamu lontarkan juga kepada yang lain ?

Apa dua kalimat itu memang benar sebuah janji yang diucapkan kepada orang yang disayanginya ?

Apa ?!

Janji ?

Apa benar, JANJIkah yang aku dengar ?

JANJIkah yang telah kau ucapkan ?

Aku yakin, janji seorang lelaki sejati, pasti akan selalu ditepati.

Dan . . .

Aku akan menunggu sampai tiba waktunya untuk kamu mewujudkan janjimu itu kepadaku.


˘ɜ˘

Senin, 24 Juni 2013

Kembali Kau Lantunkan 1 Lagu Untukku

Tik. Tok. Tik. Tok. Tik. Tok.

Jarum menit dan detik itu terus berjalan. Mereka terus melaju. Tanpa menghiraukan sepasang mata yang memperhatikannya. Sepasang mata yang berharap, waktu bisa berhenti saat itu juga. Jam bekker kesayanganku sudah menunjukkan pukul 22:24. Tapi, sepasang mata ini masih saja terbuka dengan lebarnya. Sepasang telinga ini masih saja bekerja untuk mendengarkan suaramu yang parau dari ujung telepon. Ya, suaramu. Suaramu yang biasanya merdu kalau kamu menyanyikan sebuah lagu. Namun berbeda dengan malam tadi.

Kembali kau lantunkan 1 lagu untukku. Kau meminta agar aku mendengarkanmu bernyanyi. Musik adalah duniamu. Tapi musik tidak bisa menyembunyikan perasaanmu.


Selasa, 18 Juni 2013

Mungkin Rasaku Tidak Terlalu Penting

Inget ngga waktu pertama kita kenal ?
Aku ngga tau, kenapa aku bisa kenal dan deket sama kamu.
Awalnya aku bingung.
Apa sih yang aku liat dari kamu ?
Dalam urusan memilih cowok, aku sih ngga ada kriteria tertentu.
Asal aku suka, it’s ok.
Tapi, kenapa rasa ini harus mendarat di kamu ?
Kamu yang belum lama aku kenal.
Kenapa kedekatan kita harus berjalan sampai sekarang ?!
Kita memang dekat.
Namun, benteng pembatas itu tetap berdiri kokoh diantara kita.
Benteng pembatas itu seolah tidak mengijinkan kita untuk tetap bersama.
Apa mungkin . . .
Ini cuma perasaan sesaatku aja ?
Sayangnya . . .
Sejak perkenalan kita waktu itu, dan sampai saat ini, rasa yang aku miliki masih sama.
Aku masih saja menyukaimu.
Masih saja memiliki rasa sayang untukmu.
Ya, walaupun aku tau, kamu ngga pernah sedikitpun menoleh ke arahku.
Mungkin . . Rasaku tidak terlalu penting.

-,-

Senin, 10 Juni 2013

Kemana Kamu yang Dulu ?

Entah, lebih pantas disebut apa hubungan kita. Kita memang dekat. Namun sayangnya, aku mengenal kamu, tetapi kamu tidak mengenal aku. Apa kamu tahu kalau saat ini aku membutuhkanmu? Aku rindu kamu. Aku butuh kamu untuk menenangkan aku. Bukan sekedar kata-kata yang kamu kirimkan lewat pesan singkat. Ataupun lewat suara yang aku dengar dari ujung telepon. Yang aku inginkan, kamu ada disini. Disini bersamaku. Menemaniku.