1. Selalu mengucapkan 'terima kasih' dan 'tolong' dan ucapkan dengan tulus pada orang disekitar kita.
2. Bantu anjing atau kucing ditempat penampungan binatang.
3. Kalau sering ketemu kucing dijalan, sisakan sedikit bekal kita untuk diberikan kepada mereka.
4. Sumbangkan baju dan sepatu lama pada tukang sampah atau penyapu jalanan.
5. Kumpulkan teman-teman untuk membersihkan taman.
Kalau kata Dwitasari, "Tidak semua yang aku tulis adalah aku, dan tidak semua yang kamu baca adalah kamu.". ;)
Senin, 04 November 2013
Rabu, 25 September 2013
Puisi "Potret Negeri Tercinta"
Alangkah malangnya negeri kita ini.
Orang dulu mengatakan, negeri kita negeri yang gemah ripah lohjinawi.
Tetapi apa yang dirasakan sekarang?
Rakyat menjadi sengsara.
Kenaikan harga BBM yang tak terkendali.
Menjadikan harga kebutuhan pokok terkena imbasnya.
Bagi rakyat kecil ini sangat terasa.
Sekarang, nilai tukar rupiahpun merosot.
Mempengaruhi harga kedelai impor yang sangat tajam.
Program pemerintah yang dicanangkan dengan BLTnya.
Tidak mampu menanggulangi kesengsaraan rakyat.
Begitu juga dengan banyaknya anak putus sekolah.
Dikarenakan mahalnya biaya pendidikan.
Minimnya lapangan pekerjaan, akan berpengaruh besar pada pengangguran.
Inilah sekelumit potret negeri kita, yang sangat kita cintai sekarang ini.
Putri N. Raharja :)
Kamis, 05 September 2013
Namida no Monogatari
How did I fall in love with
you?
What can I do to make you smile?
I'm always here if you're thinking of
The story of the tears from your eyes
moshimo negaigoto ga hitotsu kanau nara
shiawase kure ta kimi ni mouichido ai tai
Can't you hear the voices of my heart?
I was staying here just wanna see your happiness
omoide mo himitsu mo kokoro ni shimau yo
itsu no hi ni ka kimi to mata meguri ai tai
Can't you hear the voices of my heart?
I was staying here just wanna see your happiness
omoide mo himitsu mo kokoro ni shimau yo
itsu no hi ni ka kimi to mata meguri ai tai
Rabu, 31 Juli 2013
Hari ke-460
15 bulan 4 hari; atau lebih
tepatnya sudah hari ke-460 sejak perkenalan kita waktu itu.
Iya, hari ini adalah hari ke-460;
sampai Agustus ini. Apa kamu mengingatnya? Ya, kamu mungkin tidak mengingatnya.
Kamu mungkin sudah melupakannya. Apa?! Lupa?! Semudah itukah kamu melupakan
awal perkenalan kita yang masih berlanjut sampai sekarang? Apa memang karena
kamu tidak pernah menganggapku, sehingga dengan mudah aku tak pernah ada dalam
ingatanmu? Apa kamu juga tidak mengingat semua kenangan kita? Mungkin memang
itu semua tidak penting; bagimu.
Ya, mungkin kamu pikir aku memang
orang bodoh yang hanya bisa melakukan hal tidak penting, menghitung hari-hari
sejak perkenalan kita; misalnya. Mungkin memang itu tidak berguna, tidak ada
untungnya buatku. Tapi aku suka, suka menjalaninya; walaupun setiap hari harus
menggerakkan jari-jari ini, memulai menghitung dari awal; satu, dua, tiga, dan
seterusnya. Mungkin bagi semua orang itu
membosankan; kurang kerjaan. Tapi bagiku, tidak ada hal yang membosankan selama
hal itu ada hubungannya dengan kamu.
Kamis, 27 Juni 2013
JANJIkah yang aku dengar ?
“Aku ingin suatu hari nanti aku yang bahagiain kamu.”
Inget ngga kalimat itu ?
Kamu melontarkan kata-kata yang sulit aku cerna.
Aku ngga tau, apa kalimat itu benar adanya.
Sebelum aku menemukan arti dari kalimatmu itu, kamu . . .
“Aku ingin kalo aku sukses, orang yang pertama aku senengin
adalah kamu.”
Kembali kamu mengeluarkan kata-kata yang seketika membekukan
sendi-sendi tubuhku.
Apa kalimat-kalimat itu memang benar hanya ditujukan padaku
?
Atau . . .
Kamu lontarkan juga kepada yang lain ?
Apa dua kalimat itu memang benar sebuah janji yang diucapkan
kepada orang yang disayanginya ?
Apa ?!
Janji ?
Apa benar, JANJIkah yang aku dengar ?
JANJIkah yang telah kau ucapkan ?
Aku yakin, janji seorang lelaki sejati, pasti akan selalu
ditepati.
Dan . . .
Aku akan menunggu sampai tiba waktunya untuk kamu mewujudkan
janjimu itu kepadaku.
˘ɜ˘
Senin, 24 Juni 2013
Kembali Kau Lantunkan 1 Lagu Untukku
Tik. Tok. Tik. Tok. Tik. Tok.
Jarum menit dan detik itu terus berjalan. Mereka terus melaju. Tanpa menghiraukan sepasang mata yang memperhatikannya. Sepasang mata yang berharap, waktu bisa berhenti saat itu juga. Jam bekker kesayanganku sudah menunjukkan pukul 22:24. Tapi, sepasang mata ini masih saja terbuka dengan lebarnya. Sepasang telinga ini masih saja bekerja untuk mendengarkan suaramu yang parau dari ujung telepon. Ya, suaramu. Suaramu yang biasanya merdu kalau kamu menyanyikan sebuah lagu. Namun berbeda dengan malam tadi.
Kembali kau lantunkan 1 lagu untukku. Kau meminta agar aku mendengarkanmu bernyanyi. Musik adalah duniamu. Tapi musik tidak bisa menyembunyikan perasaanmu.
Jarum menit dan detik itu terus berjalan. Mereka terus melaju. Tanpa menghiraukan sepasang mata yang memperhatikannya. Sepasang mata yang berharap, waktu bisa berhenti saat itu juga. Jam bekker kesayanganku sudah menunjukkan pukul 22:24. Tapi, sepasang mata ini masih saja terbuka dengan lebarnya. Sepasang telinga ini masih saja bekerja untuk mendengarkan suaramu yang parau dari ujung telepon. Ya, suaramu. Suaramu yang biasanya merdu kalau kamu menyanyikan sebuah lagu. Namun berbeda dengan malam tadi.
Kembali kau lantunkan 1 lagu untukku. Kau meminta agar aku mendengarkanmu bernyanyi. Musik adalah duniamu. Tapi musik tidak bisa menyembunyikan perasaanmu.
Langganan:
Postingan (Atom)
